Selasa, 16 November 2010

Naskah Drama Season 1_ AKTIVIS JUGA MANUSIA


Kisah ini tercipta karena tingkat kreativitas anak HIMIKA STIKes ‘Aisyiyah yang berada pada level Hight Quality….. yah biasalah mahasiswa keperawatan paling the best dunk….. apalagi sutradaranya….. dah baik, imut…. Udah gitu banyak yang nyari lagi… he,he,,he,,,, Intermezo….. Pokoknya gini….Kisah ini bercerita tentang kehidupan seorang mahasiswa STIKes ‘Aisyiyah Yogyakarta yang notabene anak seorang Raja dan aktivis HIMIKA STIKes ‘Aisyiyah Yogyakarta. Namanya banyak dikenal oleh sesama aktivis baik di dalam kota bahkan hingga tinggkat nasional berkat kegigihannya dalam memperjuangkan goalnya RUU keperawatan…… tapi namanya juga manusia… siapa sih yang ga bakalan terbuai dengan suatu makanan lezat ini???? Siapa yang tahu???? CINTA!!!!!! Perkenalannya dengan seorang mahasiswa Universitas Gede Mbayare…. Yang notabene keturunan sebuah kerajaan Malaysia…..membuat hidupnya berubah 180 derajat……….  Bersambung…….. Mau tahu kelanjutannya…. Simaklah drama kolosal persembahahan dari Kami… AKTIVIS JUGA MANUSIA!!!!!


Narator :         Di sebuah negeri antah berantah…… Kutha Ngayogyakarta Hadiningrat tepatnya…..berdirilah sebuah kerajaan yang sangat besar dan megah. Tanahnya subur dan berlimpah ruah hasilnya, membuat rakyatnya hidup rukun dan sejahtera. Apalagi kerajaan ini dipimpin oleh seorang raja yang tampan dan gagah berani……. Tapi sayang…… sang Raja adalah orang yang Lebay, suka melebih-lebihkan masalah….. dan mempunyai produksi keringat yang berlebih jika sedang marah……( mungkin ini kali ya…. Tanah kerajaan ini jadi subur??? karena keringat sang raja???? )

ADEGAN 1 ( KESULTANAN AGUNG )

Baginda sultan           : (Sambil membaca koran menarik nafas panjang dalam-dalam dengan tatapan matanya yang sayup memperhatikan isi berita di koran). Adinda Ratu….?

Diajeng Ratu   : Ada apa kakanda????

Baginda sultan           : Dinda, menurut adinda......... kenapa harus ada kata cinta di dunia ini????

Diajeng Ratu   : ( Tersenyum tersipu malu-malu..tapi ga jelas ) Kakanda, cinta ada agar semua orang di dunia ini saling mengasihi….. Kanda, kenapa pagi-pagi gini kanda sudah membicaraan percintaan???? Dinda kan jadi malu……

Baginda Raja  : Oalah….Guisti Pareng Pangapunten……. Dinda…Dinda… jadi orang ko’ GRnya ga ilang-ilang… napa juga senyam-senyum ga jelas kaya gitu??? Ra penting banget….. Kanda tu ngomongin berita di Koran ini… wong saling mencintai ko…. malah bunuh-bunuhan!!!! Eh….. malah Dinda sing salah persepsi. ( Mengelap keringat yang mengalir dengan tangan )

Diajeng ratu    : Maafkan saya kanda…. ( Cengar-cengir ga jelas ) Oh ya kanda memang ada berita kaya gitu ya…. Kalo bunuh-bunuhan berarti ga mati beneran dung…..

Baginda Raja  : Ya Rabb…ampuni dosa hambamu….. Kenapa dulu Engkau peruntukkan istri kaya gini??? Serba ga jelas!!!!! Ah….. embuhlah….. Oh ya Dinda Mana anakmu???? Coba suruh ngadep saya sekarang juga!!!!

Diajeng Ratu   : Anak yang mana Kanda?????

Baginda Raja  : Emangnya anakmu tu berapa???? Ya kan Cuma satu itu….. Yaya’hara.. Sapa lagi???? Kecuali jika kamu itu selingkuh sama orang lain!!!!

Diajeng Ratu   : ( Cengar – cengir ga jelas lagi . Mengeluarkan HP dan menelpon anak semata wayangnya ) Hallo,…. Yaya’hara cepat sekarang juga tinggalkan apa pun pekerjaanmu, temui ayahanda dan ibunda di Pendopo Kesultanan sekarang juga!!!


Narator :                       Selang beberapa waktu Yaya’hara tergopoh-gopoh memenuhi panggilan telpon dari Ibundanya untuk menemui kedua orang tuanya di Pendopo Kesultanan

Yaya’hara        : Selamat pagi Ibunda…. Ayahanda??? Ada apa gerangan sepagi ini memanggil ananda???? Maaf Ayahanda ….tadi ananda sedang mandi sembari Spa…. Jadi agak lama ke sini.

Baginda raja    : Hmmm…pagi…. Eits… kamu tu habis ngapain to nduk … mambu terasi gini??? Memang Spa pake terasi???? Busyet… ambune..ra nguwati….

Yaya’hara        : ( Tersenyum) Oh… ini… begini ayahanda….. Ananda bukan Spa pake terasi, tapi ananda Spa dengan cara tradisional!!!

Diajeng Ratu   : Maksudmu nduk???

Yaya’hara        : Begini ananda mandi di sungai belakang Kesultanan bareng bebeknya Pak Min.. tukang Kebun kerajaan…. Kan Ayahanda dan Ibunda sendiri yang pernah bilang kalo kita harus peduli pada lingkungan??? Ya ini salah satunya…..

Diajeng Ratu   : ( Mulutnya terngaga… sampai ga tau ada lalat masuk ) Ora salah nduk??? Nduk kamu tu pinter apa kepinteren????

Baginda raja    : Ora beda sama ibune…. ( menghela nafas seakan menyesali nasib ). Yaya’hara anakku sayang….. ayahanda dengar kamu masih wira-wiri ikut dalam organisasi??? Apa itu HIMIKA ? TIMKES?? Ketemu sama DPRD pendekatan sama PPNI, advokasi sana sini, memperjuangkan RUU Keperawatan ???? Untuk apa semua itu heh??? Ayahanda minta… tinggalkan semua itu….

Yaya’hara        : TIDAK AKAN PERNAH!!!! Aku harus memperjuang masalah itu ayahanda!!!. Karena nantinya itu akan berkaitan erat dengan profesiku sebagai seorang perawat!!!!

Baginda Raja  : Apa???? Profesi??? Kamu mau ngelawan perintah ayahandamu ini????? Nduk…kamu masih ingat kamu aku sekolahkan di keperawatan itu kan hanya untuk legalitas saja..karena dulu kamu ngeyel pengen kuliah di keperawatan!!! Tapi asal kamu tahu nduk…. Kamu tidak akan pernah ayahanda ijinkan menjadi seorang perawat!!! Kamu tahu artinya???

Yaya’hara        : Ya.. Ananda tahu. Ananda akan menjadi Puteri keraton yang menunggu pinangan dari seorang raja atau pengusaha untuk meneruskan tahta Ayahanda.

Baginda Raja  : Benar sekali….

Yaya’hara        : Tapi….. ( langsung bergegas berdiri)….. Saya akan melawan aturan alam itu… ananda hanya ingin satu…. Ananda ingin menjadi seorang perawat yang professional dan memperjuangkan RUU keperawatan!!!

Diajeng Ratu   : Ayahandamu benar anakku!!!!

Yaya’hara        : Tidak Ibunda, apapun itu ananda tetap pada pendirian ananda. Maaf ayahanda..ibunda…. Ananda pergi… Permisi!!!

Baginda raja    : Tunggu!!!! ( Mata raja melotot, otot-otot tubuhnya kelihatan semua, keringatnya berceceran ) Kamu tak akan bisa pergi seenakmu….. okey..untuk sekarang ini silahkan kau jalani kuliahmu!!! Tapi untuk HIMIKA atau apalah itu nama organisasimu… tak akan pernah ayahanda ijinkan kau mengikuti kegiatannya…..

Yaya’hara        : Maksud Ayahanda???? ( Sambil Menoleh ke Belakang ) Kyaaaa…. Setan!!!! Buto ireng!!! Ayahanda …. Apa itu???

Baginda Raja  : Dia namanya Bentow… dia Bodyguard yang kan mengawasi setiap kegiatanmu dan kemana pun kamu pergi..

Yaya’hara        : Ow.. jadi ini orang???? Tak kirain Buto ireng???..... Tapi..ayahanda saya tak perlu semua ini…..

Baginda Raja  : Terserah !!!  Ayahanda tak mau tau…kau akan diawasi!!! ( Sambil membelakangi Yaya’hara, Baginda Sultan  mengisyaratkan istrinya untuk masuk ke kamar ) Sudah, ayo Adinda kita masuk!!!!

Diajeng Ratu   : Baik Kanda….

Yaya’hara        :  (sambil melihat penampakan aneh itu ia pun beranjak pergi ) Nasib…Nasib…Nasib… Ga adakah yang lebih keren????


Narator:                        Yaya’hara pun pergi untuk menyiapkan diri pergi ke kampus untuk kuliah dan menyelesaikan agenda organisasi yang telah direncanakan sebelumnya dengan diawasi oleh bodyguard nya yang berukuran big size… dan sedikit aneh!!!


ADEGAAN 2 ( JALAN RAYA )

Yaya’hara        :  Hai…. Bentow jelek, bau ketek, kaya BEBEK…. Bisa ga kamu jalannya di depanku!!!! Jangan dibelakangku kaya gini!!! Aku ngerasa kaya dikuntit makhluk halus……. (menampakkan muka cemberut dan tidak suka )

Bodyguard      : Maaf, Kanjeng putri….. tidak bisa seperti itu…… jika saya di depan Kanjeng putri akan muncul 2 ketidakseimbangan. Pertama, Kanjeng putri tak bisa melihat jalan di depan Kanjeng putri…. Kanjeng Putri taulah kenapa….. dan yang kedua Kanjeng Putri pasti akan melarikan diri jika saya di depan… karena saya tak bisa mengawasi kanjeng putri secara penuh!!!

Yaya’hara        : Halah…banyak alasan…… Dah ah..yuk!!! eh tunggu..tunggu…..ada poster apaan tuh??? Kesana bentar ya????

Body Guard    : Baik..kanjeng Putri!!!!

Narator:                                 Sambil menemani Kanjeng Putri , mata Bentow jelalatan dan pandangannya jatuh pada sesosok wanita cantik yang mengerlingkan mata kepadanya dan ia langsung menghampiri wanita itu!!!

Body Guard    : Cewek……. Sendirian aja!!!!! Lagi ngapain kamu???? Boleh saya temani????

Wanita cantik  : Cowok…. muachhh…. ( sambil lari ketawa ketiwi… meninggalkan Bentow sambil melayangkan kerlingan genitnya )

Body Guard    : (Sesat bentow lupa pada tugasnya mengawasi kanjeng putri dan mengejar wanita itu) Tunggu cantik…Tunggu aku…

Narator :                                Kesempatan ini tak disia-sia kan oleh kanjeng putri untuk melarikan diri dari bodyguardnya yang aneh!!!! Sang bodyguard pun tetap asyik mengejar wanita tak dikenal yang mencuri hatinya…… dan ternyata…….

Body Guard    : Siapa namamu cantik….?????

Wanita Cantik : ( Ketawa terbahak-bahak)…. Waha…ha…ha…ha…ha…ha…ha….

Body Guard    : ( Bentow baru sadar ternyata wanita yang dikejar-kejarnya adalah orang gila. Dan tanpa berpikir panjang lagi ia lari terbirit-birit ) Wa……………….orang gila…… TOloooong…… Ya Tuhan… Kanjeng putri??? Dimana Kanjeng Putri???? (Dengan sigap bentow langsung menelpon pihak kesultanan melaporkan Kanjeng putri melarikan diri )

Narator:                                 Kanjeng   Putri ternyata sudah sampai di kampus tercintanya STIKes ‘Aisyiyah Yogyakarta dan bertemu dengan sahabat karibnya yang keturunan Cina tapi hidup sebagai orang Bali. Dan tanpa sepengetahuannya bodyguard terus mengikutinya.

ADEGAN 3 ( CAFÉ STIKES ‘AISYIYAH YOGYAKARTA )

Lie Cin            : Yaya’hara… kemana saja kau???? Dari tadi banyak sekali orang yang mencarimu??? Sebentar…….sebentar…kamu ini kenapa????

Yaya’hara        : Menurutmu???? Aku habis dikejar buto ireng!!! Percaya ga????

Lie Cien.         : Memang ada ya???? Saudaranya buto Ijo???

Yaya’hara        : Cakepan buto Ijo kali Lien….. haha..ha..ha! Ga, itu aku habis melarikan diri dari bodyguard yang diperintahkan ayahandaku. Lien… bolehkah untuk sementara aku tinggal di tempatmu.

Lie Cien          : Boleh… tapi bagaimana dengan Baginda Sultan??? Mereka akan mencarimu???

Yaya’hara        : Tak mungkinlah…mereka akan lansung tau aku di tempatmu… yah buat sementara aja… ini sebagai bentuk protesku kepada mereka!!! Sudahlah … ayo siapa yang mencariku….

Lie Cien          : Ow… itu anak-anak TIMKES nya HIMIKA…. Pandhawa lima!!!  Katanya terkait dengan rancangan kegiatan  pemeriksaan gratis yang kau ajukan ke DPRD itu dalam rangka mencari simpatisan dalam usahanya Golnya RUU!!! Jadi kan???

Yaya’hara        : Ya… jadilah…. Ini kesempatan untuk menunjukkan pada pihak DPRD daerah bahwa kita banyak mendapat apresiasi dan dukungan! Dari berbagai pihak!!

Lie Cien          : Gila…. bener!!! Kau bener-bener sosok yang bisa dijadikan panutan…. Semangatmu luar biasa kawan…. Ow.. itu dia mereka ( sambil menunjuk kea rah depan )

Nakula             : Yaya’hara…. Kemana saja kau???? Ini banyak agenda yang ingin aku tanyakan??? Oh..ya.. terimakasih ya.. kau telah mempercayakan kami berlima menyiapkan hal ini kawan!!!

Yaya’hara        : It’s okey… aku percaya pada kalian!!! Aku yakin kalian mampu. Kalian kan juga tahu aku tak bisa lakukan ini sendiri… karena banyak hal yang perlu dilakukan… Oh ya apa yang ingin ditanyakan kepadaku???

Werkudara      : Bukan masalah penting… hanya teknis pelaksanaan kegiatan pemeriksaan gratis ini!!! Ini untuk alat-alatnya masih banyak yang kurang…..

Yaya’hara        : Oh..itu, tenanglah…. Kita dapat bantuan dari pihak walikota langsung. Banyak pihak yang mendukung kita!!!

Puntadewa      : Ini laporannya…kamu mau lihat!!

Yaya’hara        : Laporan apa??? Rincian… sudahlah..aku telah percayakan pada kalian. Oh ya… Sadewa… tolong kau koordinasi dengan Lie Cien untuk masalah acara puncak dan penutupannya ..kalo bisa hadirkan pihak DPRD!!

Sadewa           : Beres… bos…semua sudah kelar… begitu kan Lie Cien???

Lie Cien          : Iya… semua tentang masalah penutupan dan acara puncaknya sudah beres semua sobat!!!

Arjuna             : Oh ya… yaya’hara… Kau hari ini diundang untung menghadiri pertemuan forum dengan beberapa mahasiswa keperawatan Universitas Gede Mbayare. Logat-logatnya sih ingin membicarakan masalah advokasi yang perlu dilakukan ke daerah serta aksi daerah dan nasional dalam rangka Goalnya RUU keperawatan ini. Tapi ga tau juga…. Sepertinya penting!!!!

Yaya’hara        : oh ya??? Siapa??? Si Mumun ya????

Lie Cien          : Iya benar. Hari ini jam 4 sore kau ditunggu di kantin kampusnya!!!!

Yaya’hara        : okey… kalau begitu kita bagi tugas..tolong kalian handle kegiatan pengobatan gratis ini…. Aku akan menghadiri pertemuan forum itu. Aku percayakan semuanya pada kalian. Arjuna kau ikut aku.

Arjuna             : okey,… No problemo….

Lie..cien          : Tenang sobat kami bisa atasi semuanya…..

Yaya’hara        : Baiklah… aku pergi!!!!

Narator :                                    Yaya’hara bergegas mempersiapkan diri untuk menghadiri diskusi forum yang diselenggarakan di Universitas Gede Mbayare

ADEGAN 4 ( UNIVERSITAS GEDE MBAYARE )

Yaya’hara        : Halo…. Maaf aku telat!! Sepertinya ada agenda penting yang ingin dibicarakan???

Mumun            : (Sambil melirik ketiga sahabatnya) Selamat Sobat!!!

Yaya’hara        : Selamat???

Ghen               : Iya, selamat.

Yaya’hara        : Iya, tapi selamat dalam rangka apa??

Thoung            : Selamat karena kau mendapat perintah langsung dari Ketua PPNI Daerah kita langsung.

Yaya’hara        : Perintah apa???  Aku tak mengerti…..

Mumun            : Perintah bahwasanya jika pada bulan-bulan ini kamu mampu mengadakan sebuah kegiatan yang mendongkrak diangkatnya wacana pembahsan RUU keperawatan. Maka secara life, kau bisa bertemu dengan Ketua PPNI pusat  dan dewan komisi 9 untuk membahas masalah ini secara lebih detail.

Yaya’hara        : Ow…itu to Mun, …. Mohon maaf aku sudah tahu…. Dan sekarang pun agenda kegiatan itu sedang aku selenggarakan!!!

P. Bekantan     : Wow… hebat sekali anda…

Yaya’hara        : (Sambil mencuri – curi pandang). Siapa kau???

P. Bekantan     : Namaku Pangeran Bekantan.

Yaya’hara        : Oh… Heh??? Apa??? Bekantan??? ( Dalam hati Yaya’hara sempat bergumam cakep-cakep ko’ namanya kaya monyet???? )

Mumun             : Iya. Dia ini teman satu kelasku… kebetulan juga dia ini seorang Pangeran di negerei asalnya Jiran seperti kamu puteri keraton!!!

Yaya’hara        : ( sedikit bersungut-sungut ) Oh orang Malaysia to….  Yang suka mencuri hasil kebudayaan orang lain??? Salam kenal deh… Tapi ko’ Bekantan???

P. Bekantan     : ( Tersenyum ) You ibarat putri amat cantik sekali, I rasa, I tersanjung kenal You……

Yaya’hara        : Iya po??? Padahal Ayahanda dan ibunda bilang aku ga cantik…. Terlebih lagi aku ga pernah mandi…. Mentok-mentoknya mandi di sungai bareng bebek… Anda rabun ya???

P. Bekantan     : Saya amat suke polah bicara awak….. Izinkan I pahami U…

Yaya’hara        : Huekkks……a..e..ae… Kecetet mas….

Narator:                                  Pertemuan yang begitu singkat antara Yaya’hara dan Pangeran  Bekantan ternyata menimbulkan benih-benih cinta diantara mereka. Sehingga, pada suatu hari P. Bekantan mengajak Yaya’hara bertemu tatap muka di tempat mereka pertama kali bertemu yaitu di kantin Universitas Gede Mbayare.

P. Bekantan     : Terimakasih ..…awak mau penuhi panggilan I..!!!!

Yaya’hara        : Haduh… bahasamu..gitu banget!!! Ribet……Iya langsung aja… ada apa….

P. Bekantan     : U telah curi paksa hati I..untuk fikirkan U….. Tak bisakah awak pahamkan I masalah ini??? I cinta U…dan U harus jadi pacar I!!!!

Yaya’hara        : Oalah…. Bekantan..Bekantan.. kamu tu ceritanya nembak aku to… Idih maksa banget… siapa elu siapa gue??? Tapi….

P. Bekantan     : Tapi ape??? Hendak teruskanlah….

Yaya’hara        : Sebenarnya… aku pun mempunyai perasaan khusus padamu Bekantan…. Tak taukah kau???? Aku juga suka kamu!!!!

P. Bekantan     : ( Tersenyum lebar ) Jadi?????

Yaya’hara        : Aku mau jadi pacarmu…… Jadi mulai hari ini kita sudah resmi

P. Bekantan      : I bahagia kali denger kata-kata U…. I mungkin orang beruntung dapet cinta U….

Yaya’hara         : Wislah….. ra sah lebay… Y udah aku pergi dulu ya .. aku mau ngisi perut dulu!!!

P. Bekantan     : Bolehkah I dampingi you???

Yaya’hara        : Ow…dengan senang hati…. Bayari sekalian yow???

P. Bekantan     : Tak jadi masalah….

Narator:                                Ternyata berita Yaya’hara menjalin hubungan dengan P. Bekantan selain diketahui oleh teman2 aktivisnya… Kesultanan pun tahu berita tersebut dan Baginda Sultan sangat bahagia mendengarnya!!    

ADEGAN 5 ( TAMAN KESULTANAN )

Diajeng Ratu   : ( sambil berjalan-jalan bersama Baginda Sultan sempat mencuri pandang kea rah suaminya ) Kanda, ada apakah gerangan Kanda kelihatan sangat bahagia??

Baginda sultan                       :  Tak sadarkah Kau Adinda….. anak kita itu sekarang bersanding dengan siapa??? Seorang pangeran dari negeri Jiran!!!

Diajeng Ratu   : Terus kenapa…Kanda???? Ada masalah????

Baginda           : Diajeng…. Kamu tu….. haduh….. Coba bayangkan jikalau anak kita nantinya sampai pada jenjang yang serius…. Kita akan berbesanan dengan keluarga kerajaan dari Jiran!!! Ngerti ora kowe ki…. Ngono wae lemot,,,

Diajeng ratu    : ( menggaruk-garuk kepala )….. Ow… gitu ya….

Baginda sultan                       : Gusti…Gusti… sudah ah… Kanda mau masuk!!!

Diajeng Ratu   : Kandaaaaa,…….

Baginda sultan                       : Apa????

Diajeng Ratu   : Ikuttttttt…. ( sambil lari-lari kaya anak kecil kehilangan balon )

Baginda sultan                       : Yow…..ayuks…….

( Akhirnya Baginda Sultan dan Diajeng ratu masuk ke dalam Pendopo Kesultanan Agung )


Narator:                                Usut punya usut Yaya’hara banyak menghabiskan waktunya bersama Pangeran Bekantan. Dan tak pernah di duga sebelumnya P. Bekantan melarang segala aktifitas yang dilakukan oleh Yaya’hara berhubungan dengan organisasi.

ADEGAN 6 ( PARKIR GRAMEDIA )   

Yaya’hara        :  Bekantan… sekiranya aku sudah lama tak bersua dengan aktivis organisasiku di HIMIKA kampusku… aku ingin selesaikan tender yang pernah tertunda…. 

P. Bekantan     : Tak kan pernah I ijinkan U…. U pahami I, I korbankan waktu I untuk U.. jadi U lakukan itu juga untuk I… Ngerti????

Yaya’hara        : Aku kan ga minta itu??? Kau sendiri yang mau???? Piye to…

P. Bekantan     : Awak mulai kurang ajar sama I…. I tersinggung dengan ucapan U..

Yaya’hara        : Pokoknya aku ingin kembali ke duniaku…. ( Sambil menunjukkan wajah melasnya yang ga jelas )

P. Bekantan     : ( marah dan geram mendengar perkataan Yaya’hara ) PLAAAAAK!!!! (tamparan keras mendarat dipipi yaya’hara)

Yaya’hara        : Buju…beneng.. Ditampar euy….. Woey Bekantan apa-apaan sih Lu…. Nampar-nampar anak orang!!!

P. Bekantan     : U telah jadi pacar I… jadi patuhi aturan main I ( Langsung pergi tanpa rasa bersalah meninggalkan Yaya’hara )

Yaya’hara        : Ya Allah….. aduh…. Psikopat!!!!! ( Yaya’hara pun pergi meninggalkan TKP )

Narator:                                Sejak saat itu… yaya’hara  benar-benar vakum dari kegiatan organisasinya. Ia tak pernah lagi ikut andil dalam kegiatan HIMIKA dan TIMKES… bahkan tak pernah koar2 lagi tentang RUU keperawatan. Ia benar-benar berubah 180 derajat… Ia hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu…… Dan hal ini menjadi keprihatinan teman-teman aktivisnya!!!

ADEGAN 7 ( CAFÉ STIKes ‘Aisyiyah Yogyakarta )

Nakula             : Teman- teman….  aku tak suka dengan keadaan ini……kenapa Yaya’hara jadi seperti ini??? Sungguh ini bukan gaya dia….

Puntadewa      : Iya… aku tahu… tapi kita bisa apa???? Mungkin kita hanya bisa berdo’a mudah-mudahan…. Ada orang yang bisa mengemballikan dia ke jalan yang benar….
Arjuna             : Kita berdo’a bareng-bareng yuks.. buat yaya’hara

Narator:                                Kelima Pandawa Lima duduk melingkar dan berdo’a untuk Yaya’hara dan tiba-tiba…..

Yaya’hara        : Hai…. Kalian ini lagi ngapain teman-teman…???

Werkudara      :Oh… yaya’hara….. he.he..( sambil cengengesan ) Kami lagi mendo’akankamu..

Yaya’hara        : ( bengong ) Heh???? Emang aku udah almarhum apa, kalian do’anya kaya orang yasinan gitu….

Sadewa           : Ga’ juga…. Tenang ga usah marah gitu… Eh itu kan Lie Cien. Hey, Lie cien sini!!!!

Lie Cien          : Hei… ada apa????

Sadewa           : Ga, ngetes kuping aja… He..he..he..

Lie cien           : dasar orang kurang sajen!! Eh, yaya’hara di sini juga…. Teman kemana saja kau tak pernah kelihatan??? Kau terkesan ditelan bumi… padahal kita butuh banyak bantuan dan arahanmu ni…

Yaya’hara        : (Sambil menghela nafas) Hmm…. Ga aku ga kemana-kemana!!!

Lie Cien          : Oh…sudahlah, kita ke taman kota yuk… ada hal penting yang pengen tak bicarakan!!! Bisa kan???

Yaya’hara        : Dengan senang hati……

Lie cien           : Bagus….. Oh ya kalian mau ikut???

Arjuna             : Ga… ah.. malez… !!!!

Lie cien           : Ya udah!! Kita pergi ya????? Daaa………

Narator                            Akhirnya kedua sahabat itu pergi ke Taman kota dan mereka mengambil tempat paling nyaman untuk mengobrol santai.

ADEGAN 8 ( TAMAN KOTA )

Lie Cien          : Teman… sebenarnya kenapa???? Ada apa??? Apa yang membuatmu menjadi seperti ini??? Bekantan masih melarangmu ini itu??? Kenapa kamu nurut-nurut aja??? Kemana yaya’hara yang kukenal dulu….. Lebih baik putuskan dia!!!

Yaya’hara        : Aduh Li cien… kamu ini memang benar-benar licin ya?????? Satu-satu kek nanyanya??? Hmmm.. putus ya??? Sepertinya aku tidak bisa,…. Ya gimana lagi aku tak bisa apa-apa??

Lie Cien          : Memang kenapa???

Yaya’hara        : Aku sayang sama dia…

Lie Cien          : Heh??? Sayang???? Ya Allah….. Kamu ini…. Tunggu-tunggu sepertinya aku kenal 2 orang itu??? ( Sambil menunjuk ke satu arah )…. Hoey…..

Balinese 2        : Kakak ada yang manggil kita???? Siapa dia???

Balinese 1        : Mana???

Balinese 2        : Itu.

Balinese 1        : Itu kan…….. Hey Lie Cien…. Gimana kabarmu sobat???

Lie Cien          : Hmm… baik!!!! Duduk bareng sini.. dah lama kita ga ketemu and ngobrol kan???

Balinese  2       : kamu siapa????

Lie Cien          : Ini adikmu???? Aduh lutuna??? Imutna??? Loh ko???? Kenapa tinggian adekmu???

Balinese 1        : Soalnya waktu lahir…. Dia kaki duluan trus maksa lagi keluarnya??? ( Sambil malu-malu melihat Yaya’hara yang ada di dekat Lie Cien……) Oh ya….siapa gerangan Nona cantik ini????

Yaya’hara        : Perkenalkan nama saya Yaya’hara!!!

Balinese 1        : Hah??? Ko’ kaya nama ikan???? Tidakah Anda teman Lie Cien…??? Senang berkenalan dengan Anda ( Sambil mencuri-curi pandang ).

Balinese 2        : Kakak genit….

Balinese 1        : Husss… anak kecil diem!!!! Oh ya sedang apa kalian disini….

Lie Cien          : Sedang ngobrol aja membantu yaya’hara menyelesaikan masalahnya!!! Oh ya aku lupa…. Yaya’hara, dia ini temanku waktu di Bali namanya I gede Anunya…. Dan adiknya ini I gede Bau banget. I gede Anunya ini adalah seorang aktivis juga dulu sekarang dia menjadi seorang Trainer yang sukses!!! Tapi satu…. Dia belum bisa mendapatkan orang yang bisa mendampinginya…

Yaya’hara        : Apa kamu bilang???? I gede Anunya??? Waka…ka..ka.. ha..ha… Namanya… Waha… ha.. Hehm..ehm.. maaf

Balinese 1        : Ga pa pa. Oh ya memang  ada masalah apa???

Lie Cien          : Dia ini adalah seorang aktivis di HIMIKA kampusku  bahkan ia pula sudah melanglang buana mengikuti agenda nasional. Tapi semenjak dekat dengan Bekantan…. Langsung dia vakum nol dari apapun. Y itu.. karena dikekang.. tak suruh mutusin… eh… bilangnya sayang.. Gimana coba???

Balinese 1        : Ow jadi begitu…. Kekasih ya??? Saya rasa jawaban demikian tak pantas keluar dari mulut orang sekaliber Yaya’hara. Coba saya Tanya??? Apa yang anda dapatkan dari semua itu.. sayang itu??? Apakah anda tambah ilmu???? pengetahuan??? Atau wawasan??

Yaya’hara        : ( Termenung ) Hmm… saya tak mendapatkan apa-apa. Apa maksud anda menanyakan hal ini???

Balinese 1        :  ( Sambil mencuri-curi pandang ) Itulah….. anda perlu berpikir seperti apa anda yang dulu dan sekarang??? Pikirkan hal itu??? Seorang manusia itu memiliki independensi diri. Tentunya orang sekaliber anda tahu apa maksud saya!!! Jika kita mampu berbuat lebih untuk banyak orang kenapa kita hanya peruntukkan untuk satu orang??? Pikirkan itu….

Balinese 2        : Betul… tumben kakak pinter???

Yaya’hara         : ( Tersenyum ) Hmmm… aku tahu… anda benar!!! Oh ya, bisa minta no. HP anda???

Balinese 1         : ( Terlalu senang… sampe senyam-senyum ga jelas) Dengan senang hati……..(Akhirnya I Gede Anunya memberikan No. HPnya pada yaya’hara) Ehm…. Cobalah komunikasikan dengan Bekantanmu itu!!!

Balinese 2         : Betul!!!!!

Yaya’hara         : Okey,.. oh ya rencana besok saya akan menemuinya maukah anda menemani saya????

Balinese 1         : Dengan senang hati….

( Tanpa disadari Yaya’hara dan I Gede Anunya saling berpandangan)

Lie Cien            :  Hoey…. kalian ini kenapa???

Balinese 1         : ( Gugup, tersipu malu dan merona merah )… ah ga, ga kenapa-kenapa!!!

Balinese 2         : Kakak ayo pulang!!!! Kakak yang cantik kita pulang dulu ya???? ( Sambil menarik baju kakaknya)

Balinese 1         : Oh..iya…iya.. maaf kami pamit dulu yah….. ( Sambil terus jalan dan sekali-kali menengok ke belakang sambil tersipu-sipu)

Lie Cien            : Daaahhhh…… Yaya’hara kau ini kenapa??? Kesambet??? Ehm..ehm… naksir ya??? Awas..ntar digigit ama Bekantanmu itu..!!! Yuk.. pulang…

Narator                                                 Akhirnya semua kembali ke habitat masing-masing. Dan keesokan harinya Yaya’hara mengajak I Gede Anunya untuk menemui Pangeran Bekantan menyelesaikan semua masalahnya di Parkir Pasar Beringharjo!!!

ADEGAN 9 (PASAR PASAR BERINGHARJO)

P. Bekantan      : You…. Manfaatin fikir you ga?? I nungggu you.. hampir tige jam… dan sape ini… you selingkuhin I???

Yaya’hara         : Kita PUTUS.. dah selamat tinggal. Rep nyegur sumur,,,,, kono aku ikhlas.. lillahi ta’ala

P. Bekantan      : I tak terimakan perilaku you sama I?? You putusin I sebab laki kecil, ingusan dan pendek seperti tak punye nyawa ini??

Yaya’hara         : Bisa ga sih ngomong yang baik dan benar….. Lok inggris.. Inggris sekalian…. Ya… aku seperti terpenjara semenjak denganmu. Makanya aku minta putus dan ini tak ada hubungannya dengan dia. Selamat tinggal… Dahhhhh

P. Bekantan      : Woey…aku ga terima!!!!

( I gede anunya dan Yaya’hara pun pergi dan terlibat dalam sebuah obrolan serius )

Balinese 1         : Kau yakin dengan apa yang kau lakukan tadi??

Yaya’hara         : Aku yakin… karena akan ada satu orang yang akan menerima aku tanpa harus mengekangku…

Balinese  1        : Siapa??? ( malu-malu sok penting )

Yaya’hara         : Ga…….( tersipu malu ) oh… ya aku harus pergi ke tempat Lie cien.. mau ikut???

Balinese 1         : Okey…. Aku antar….

( akhirnya keduanya pergi ke tempat kos-kosan Lie Cien )

Narator:                                      Sekian waktu berselang Yaya’hara kembali aktif dalam kegiatan organisasinya dan bersama para aktivis lainnya kembali berjuang demi goalnya RUU. Di samping itu,  tersiar kabar bahwa Pangeran Bekantan bunuh diri dengan melakukan Bom bunuh diri di kamar mandinya sendiri. Hubungan Yaya’hara dengan I Gede Anunya juga terjalin semakin erat karena I gede Anunya sering terlibat dalam setiap kegiatan Yaya’hara sebagai penasihat dan motivatornya.


Puntadewa        : Yaya’hara…. Kau perlu mendengar kabar ini!!!

Yaya’hara         : Apa?????

Sadewa             : Kabar buruk dan kabar baik. Kabar buruknya…. Pangeran Bekantanmu mati!! Dia bunuh diri frustasi kamu putusin!!! Kabar baiknya….. hari ini juga kamu diundang oleh ketua PPNI Jogja untuk menerima penghargaan jam 11 ini.

Yaya’hara         : Hah??? Benarkah ??? Aku akan ke sana… jam berapa sekarang???

Nakula              : Setengah 10 tepat ga lebih ga kurang… La kabar buruknya gimana???

Yaya’hara         : Ow… itu,  yah ntar lok ada duit buat terbang ke jiran tak layat… lok ga tak kirim do’a aja mudah2an di alam kubur ga ada BOM… kan kasihan juga ntar dia nginep dimana Cuma 2x2 m gitu???

Werkudara        : Ternyata kau telah kembali…

Yaya’hara         : Udah ah… kalian ini ngomong apa????? Aku pergi…. Oh ya.. kalian semua nyusul ke kantor PPNI juga kan.. aku tunggu ya… Daahhh…

Balinese 1         : Tunggu!!!

Yaya’hara         : Ada apa???? Aku buru2 nie…

Balinese 1         : Barang 15 menit aja tak bisa kah????? Yaya’hara…..hmmmmm aku mencintaimu….. aku menyayangimu!!! Aku akan menunggumu hingga kau lulus nanti!! Mau kah kamu menerima pinanganku???

Yaya’hara         : Wadow… kenapa kau menembak aku pada saat yang ga tepat??

Balinese 1         :  Jawablah saja…..

Yaya’ hara        : Okey…okey…. Aku terima pinanganmu. Tapi kau juga harus menemui orang tuaku. Aduh… kita dah terlambat nie… sekarang antar aku!!!!

Balinese 1         : Okey… sayang kemanapun kau pergi!!

Yaya’hara         : Udahlah ga perlu sayang-sayangan… Lebay….

Balinese 1         : Ya udah yu’ pergi!!!!

Narator:                                              Tanpa sepengetahuan Yaya’hara ternyata kedua orang tuanya datang menghadiri acara pemberian penghargaan itu. Mereka telah sadar dan membuka pikiran bahwa inilah yang diinginkan anaknya. Selain itu, mereka juga bangga pada apa yang telah dilakukan oleh anaknya.

Yaya’hara        : Akhirnya sampai juga….. Hah ada mobil kesultanan????? Aduh…. Berabe mereka ada di sini???

Balinese 1        : Siapa sayangku???

Yaya’hara        : Sudah kubilang jangan panggil sayang…… Trus itu mobil?? Itu punya ayahanda dan Ibundaku.

Balinese 1        : ( Tergagap ) maksudmu???

Yaya’hara        :  Aduh aku lupa belum cerita!!! Aku ini anak Sultan dan mobil itu milik orang
tuaku… udah yuk masuk!!!!

Bodyguard      : Kanjeng putri….. sudah lama tak bertemu???? Anda sudah ditunggu…

Balinese 1        : Kyaaaaaa…… Jin Item apaan ni???? Waa…

Yaya’hara        :  Tenang itu, penunggu kuburan …. Haha..ha.. Ga ini bodyguard kesultanan.

Baginda sultan  : Anakku…..ayahanda bangga padamu. Maafkan kesalahan ayanda dan ibundamu ini. Dan ayahanda ikut prihatin atas cerita yang menimpamu dengan Pangeran Bekantan itu..

Yaya’hara        : Iya… ananda tahu. Oh iya ayahanda,,… perkenalkan ini I Gede Anunya seorang bangsawan bali….. tetapi dia memilih untuk tinggal di Jogja sebagai seorang Trainer. Dia banyak mencetak prestasi ayahanda!!

Diajeng Ratu   : Ini kekasih hatimu yang baru???? Tampan sih… tapi ko’, kecil, pendek, ga jelas seperti ini??? Sama kau aja sepertinya tinggi kamu anakku.

Yaya’hara        : Ibunda… yang penting adalah hatinya. Jangan kita selalu melihat fisik…… Oh ya… Dia telah meminang aku ayahanda.

Baginda sultan: Benarkah begitu????

Balinese 1        : ( Dengan taku-takut ) Hmm… iya.. baginda sultan maafkan saya yang hina ini telah meminang putri Baginda. Saya menyayanginya… dan saya kan tunggu dia hingga menyelesaikan program sarjananya!!!

Baginda sultan  : ehm..ehm….. aku menerima pinanganmu pada anakku. Tapi ingat, jagalah dia… Dan satu lagi kau tak boleh menyentuh apapun dari anakku bahkan kuku sekalipun sebelum dia menyelesaikan kuliahnya dan kau nikahi!!!

Balinese 1        : Kuku tak boleh???? Hmm…. Baiklah saya sepakat!!!

Baginda sultan  : Hahha..ha.. Saya bangga pada kalian!! Bukan begitu Diajeng ratu????

Diajeng ratu    : Iya Kakanda…

Yaya’hara        : Terimakasih ayahanda!!!

Lie Ciien         : Cepat, yaya’hara kau sudah dipanggil untuk naik ke Podium menerima penghargaan sebagai mahasiswa keperawatan teladan dengan perjuangan yang kau lakukan selama ini.

Yaya’hara        : Iya… tapi ini belum selesai kita masih mendapatkan hasil. RUU keperawatn ini tetap harus diperjuangkan!!!

( Yaya’hara segera maju ke depan menerima penghargaan dari Ketua PPNI Yogyakarta dan mendapat sambutan tepuk tangan dari penonton)

 Narator :                                 Demikianlah kisah cerita “ AKTIVIS JUGA MANUSIA” yang membuat kita semakin penasaran untuk mencari tahu mahasiswa seperti apakah kita ini??? Apakah kita hanya kan menjadi mahasiswa biasa saja bak kupu-kupu ataukah amenjadi mahasiswa yang luar biasa bagaikan seeokor rajawali. Jawabannya hanya da satu. Taukah dimana??? Ada di hati kita dan pada diri kita sendiri. Hidup Mahasiswa,  Hidup HIMIA STIKes ‘Aoisyiyah Yogyakarta, Hidup RUU keperawatan, Hidup profesi Perawat. Sebagai akhir kata “saya ingin menyampaikan mohon ma’af dari hati yang paling dalam bila ada kata-kata dan kalimat yang kurang menyenang di hati para pembaca.”

“TERIMA KASIH”

















                   





 






Tidak ada komentar:

Posting Komentar